Saturday, April 24, 2010

HANYA KATA


HANYA KATA
Anik Sulistya Wati

Masih pagi untuk kutinggal kisahmu saat ini
Denting-denting semangat jiwamu masih gagah di
benak kami
Langkah juangmu masih harum tercium di setiap
hisapan nafas kami

Dan kau tak akan pernah pergi!

Seperti saat ini.....
Mencoba tegar atas hilangnya sorot tajam
matahari
karena kelam awan memaksanya pergi
Sungguh,
Telah terlipat-lipat beribu amarah dalam geram
tertahan
Telah tercucur air mata dalam gelimang sedih
tergenggam
Dan sayatan pilu ini tak akan pernah berlalu

tapi sepertimu
seperti wajahmu,
adalah ruh-ruh bebas yang tak pernah kenal
belengu

Kutanam semangat dan cintamu disini
Disetiap degup jantung yang masih kumiliki
Tak akan kubiarkan waktu menjawab segala
kisahmu
Karena ia tak pantas untuk itu
Keadilan tetap hakmu
Dan perjuanganmu tak akan mati terpenggal tahta
yang hakiki

Dan hanya kata,
hanya kata-kata yang kami bisa rangkai saat ini
Dengan rentetan senyum cinta, dan semangatmu
kami berdiri

Dan akan tegak berdiri


Hongkong, Nov 2005

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul HANYA KATA dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul HANYA KATA ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.co.id/2010/04/hanya-kata.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul HANYA KATA Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya HANYA KATA salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |