Monday, April 19, 2010

SEBUAH NATAL, HUJAN, PENGHANCURAN


SEBUAH NATAL, HUJAN, PENGHANCURAN

--como un sueño: yoe layantara



sebuah natal, adakah itu engkau

yang lahir ketika lainnya berakhir

lantas luruh menjadi rahasia


sebuah natal, adakah engkau melihatnya di jendela

ketika malam-malam dan terjaga

yang bertanya dan menjawabmu dengan hujan

hanyalah bulir-bulir dingin

yang menempel di sayap kupu

lumpuh angin yang tak sampai menjelma ketukan

di pintumu


sebuah natal, menyusup ke balik selimut

dan telanjang bersamamu

kau mengecupnya tanpa cemara dan debar dada

tetapi bagaimana ia mengatakan kepadamu

ada yang mencintai kesedihanmu

melebihi tawamu yang berisik


sebuah natal, biarkan ia membunuhmu

dengan sebuah isyarat, sebuah ciuman

yang tak mungkin kaubungkus dengan kado

atau meggantungnya di antara lampu-lampu


sebuah natal, aku, barangkali juga engkau

menjadi kembang api yang habis sebelum tahun baru


kumpulan puisi bangkai tanjungkarang ( book : Biografi Kehilangan)

Dina Oktaviani

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul SEBUAH NATAL, HUJAN, PENGHANCURAN dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul SEBUAH NATAL, HUJAN, PENGHANCURAN ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.co.id/2010/04/sebuah-natal-hujan-penghancuran.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul SEBUAH NATAL, HUJAN, PENGHANCURAN Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya SEBUAH NATAL, HUJAN, PENGHANCURAN salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |