Monday, April 19, 2010

KALENDER SEPI | setelah kaubaca langit paling kelam


KALENDER SEPI
Dina Oktaviani

lampu-lampu kota menjemputku pulang
dan kita mencoba melupakan semua
yang telah mengoyak sepi dalam kamar

mungkin selamanya kita tak akan mengerti
mengapa kalender-kalender tua
mampu mengubah sejarah
semudah dan secepat laju jalan raya
sedang kita tak pernah bisa menerkanya

bahkan sampai gugur purnama
kita cuma berkesempatan merangkak
memeluk jejak terakhir

kemudian langit lindap di seluruh tubuhku
aku teringat lagi pada nyanyian perih
yang menyusupi rahimku
juga pada desau jam malam yang ngilu
yang menyayat-sayat ruang gelap
didasar dadaku

dan aku terusir dari rumah kecil di hatimu
setelah kaubaca langit paling kelam
dari lubukku yang paling dalam
dan penuh koreng

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul KALENDER SEPI | setelah kaubaca langit paling kelam dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul KALENDER SEPI | setelah kaubaca langit paling kelam ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.co.id/2010/04/kalender-sepi.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul KALENDER SEPI | setelah kaubaca langit paling kelam Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya KALENDER SEPI | setelah kaubaca langit paling kelam salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |