Tuesday, May 18, 2010

SELEMBAR PETA


Isbedy Stiawan ZS

: hanya amsal

di depanku selembar peta terbuka. Kucari tempat-tempat
yang pernah ada dalam benakku, kota-kota yang menyimpan
kenangan bersamamu. Tapi yang kubaca sisa luka dan wajah
yang sulit kutandai. Tahilalat yang pernah kurajah di tubuhmu
sudah terhapus perjalanan waktu. aku bagai menerka-nerka
hidup yang misteri, kelamin yang asing di tengah orang-orang
lalu kucari lagi tanda atau lambang atas isyarat di tubuhmu
yang terbuka, seperti kubaca peta yang membentang ini. Aku
dirikan podium untukmu, kukirim boneka dan topeng ke dalam
tubuhmu: menarilah bersama waktu yang terus berputar,
sayang, menari dengan irama bossanova!
Sebab, katamu suatu waktu, hidup adalah permainan.
Masuklah ke dalamnya, atau terbuang dari halaman peta ini. Ah,
kusaksikan kau pun melangkah ke dalam laga itu, memburu lawan
dan darah makin menggenang di halaman peta ini
Khidir! Khidir! Jangan kau bocorkan lagi perahu ini
jangan kau bunuh lagi anak tak berdosa itu
jangan…
(jangan kau tanya yang tak kupahami)

dkl enggal, 29 Agustus 2002



Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul SELEMBAR PETA dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul SELEMBAR PETA ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.co.id/2010/05/selembar-peta.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul SELEMBAR PETA Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya SELEMBAR PETA salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |